Lampu LED merupakan salah satu jenis lampu yang menawarkan banyak keunggulan. Salah satu keunggulan dari jenis lampu ini adalah dapat bertahan sampai bertahun-tahun. Tetapi dalam beberapa kasus, lampu tersebut rusak hanya dalam beberapa bulan. Hal ini tentu sangat mengecewakan. Agar lampu tersebut lebih awet, ternyata ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memastikan LED agar lebih awet.

Dipasang di Ruangan yang Lega

LED yang hadir di pasaran saat ini kebanyakan tidak dirancang untuk dipasang di ruangan sempit contohnya lampu di kipas langit-langit. Area ruangan yang sempit akan membuat lampu menjadi berkelip dan menyebabkan lampu menjadi mudah panas karena sirkulasi udara yang kurang memadai.

Panas menjadi salah satu penyebab utama yang dapat memperpendek usia pemakaian lampu. Untuk menghindari hal ini, Anda dapat memberi ruang dengan diameter satu inci untuk memberi ruang yang cukup sebagai sirkulasi udara untuk

Panas menjadi salah satu faktor penyebab yang berpotensi memperpendek umur pemakaian lampu LED. Biasanya, Anda bisa memberikan ruang dengan diameter sekitar setengah inci untuk memberikan ruang yang cukup untuk sirkulasi udara bagi lampu tersebut.

Menjaga Suhu Lampu Tetap Stabil

Suhu ruang tempat LED yang ideal adalah 10-27 derajat Celcius.Ketika suhu terlalu rendah, lampu tersebut harus bekerja lebih keras untuk memancarkan cahaya yang terang. Sebaliknya jika suhu ruang terlalu tinggi, hal ini dapat menimbulkan kerusakan di komponen lampu sehingga menyebabkan umur lampu lebih pendek.

Menyesuaikan Sumber Energi Listrik

Agar lampu yang digunakan bertahan lama, sesuaikan besar daya yang dibutuhkan dengan sumber dayanya. Jika lampu mendapat aliran daya yang terlalu besar, ini dapat menyebabkan lampu lebih mudah rusak.

Anda dapat memeriksa besarnya daya yang mengalir ke tempat lampu tersebut. Di sana seharusnya terdapat stiker warna emas yang menyebutkan jumlah watt yang cocok untuk lampu.

Hindari Menyalakan dan Mematikan Lampu Terlalu Sering

Lampu yang semakin sering dimatikan dan dinyalakan ternyata akan mempercepat usia pemakaian LED. Jadi jika ada ruangan yang lampunya sering dinyalakan dan dimatikan, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut. Jangan khawatir, meskipun memberikan cahaya yang terang, daya yang dibutuhkan akan lebih rendah.

LED saat ini telah hadir dalam berbagai jenis yang dapat memenuhi kebutuhan Anda. Lampu tersebut hadir dalam berbagai bentuk yang sesuai dengan berbagai kebutuhan. Dengan wujud aslinya yang kecil, lampu ini akan lebih mudah dimodifikasi menjadi berbagai model. Berikut adalah beberapa model LED yang sering digunakan untuk penerangan sehari-hari

  • Lampu USB

Jenis lampu yang satu ini tidak dilengkapi dengan adaptor untuk menyearahkan arus AC ke DC. Jadi LED USB bisa langsung dinyalakan dengan menggunakan sumber daya DC (searah) contohnya dari baterai.

Jenis lampu ini hadir dengan kepala kabel yang dapat dipasang ke port USB. Untuk menggunakan lampu tersebut, Anda dapat menghubungkan lampu LED USB ke port USB laptop atau ke power bank.

  • Lampu Emergency

Jika aliran listrik di tempat tinggal Anda sering terputus, ini adalah jenis LED yang tepat untuk dipilih. Lampu yang satu ini dapat segera menyala ketika aliran listrik di rumah putus.

Lampu LED emergency hadir dalam 2 pilihan model. Model pertama memiliki desain seperti lampu darurat pada umumnya. Selama aliran listrik mengalir dengan lancar di rumah, maka lampu darurat tidak menyala. Namun jika aliran listrik tiba-tiba padam, lampu darurat akan menyala.

Saat aliran listrik mengalir kembali dengan normal, lampu darurat akan kembali mati dan mengisi daya ulang. Saat ini beberapa merek LED emergency telah dilengkapi dengan fitur kipas angin.

Demikian beberapa tips agar lampu LED lebih awet dan jenis yang dapat dipilih untuk penerangan rumah tangga. Semoga informasi tersebut dapat membantu

Menu